Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1


 

DOWNLOAD PTK PAI SMP - UPAYA MENINGKATKAN PRESTASI BELAJAR PENDIDIKAN AGAMA ISLAM DENGAN MENERAPKAN MODEL PEMBELAJARAN PAKEM

 ABSTRAK 

Kata Kunci: belajar pai, pakem Keberhasilan proses belajar mengajar di dalam kelas sangat ditentukan oleh strategi pembelajaran, bagaimanapun lengkap dan jelasnya komponen lain, tanpa diimplementasikan melalui strategi yang tepat, maka komponen-komponen tersebut tidak akan memiliki makna dalam proses pencapaian tujuan. Oleh karena itu setiap akan mengajar guru diharuskan untuk menerapkan strategi atau metode tertentu dalam pelaksanaan pembelajaran. Penelitian ini berdasarkan permasalahan: (a) Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM? (b) Bagaimanakah pengaruh Model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar siswa? Sedangkan tujuan dari penelitian ini adalah: (a) Ingin mengetahui peningkatan prestasi belajar siswa setelah diterapkannya strategi pembelajaran peningkatan kemampuan berpikir, (b) Ingin mengetahui pengaruh motivasi belajar siswa setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM.

Penelitian ini menggunakan penelitian tindakan (action research) sebanyak tiga putaran. Setiap putaran terdiri dari empat tahap yaitu: rancangan, kegiatan dan pengamatan, refleksi, dan refisi. Sasaran penelitian ini adalah siswa kelas … Data yang diperoleh berupa hasil tes formatif, lembar observasi kegiatan belajar mengajar. Dari hasil analis didapatkan bahwa prestasi belajar siswa mengalami peningkatan dari siklus I sampai siklus III yaitu, siklus I (68,00%), siklus II (80,00%), siklus III (92,00%). Simpulan dari penelitian ini adalah model pembelajaran PAKEM dapat berpengaruh positif terhadap motivasi belajar siswa …. , serta model pembelajaran ini dapat digunakan sebagai salah satu alternatif pembelajaran PAI. proposal penelitian tindakan kelas pai


BAB  I
PENDAHULUAN

 

A.  Latar Belakang Masalah

Dalam kegiatan belajar mengajar yang berlangsung telah terjadi interaksi yang bertujuan. Guru dan anak didiklah yang menggerakannya. Interaksi yang bertujuan itu disebabkan gurulah yang memaknainya dengan menciptakan lingkungan yang bernilai edukatif demi kepentingan anak didik dalam belajar. Guru ingin memberikan layanan yang terbaik bagi anak didik, dengan menyediakan lingkungan yang menyenangkan dan menggairahkan. Guru berusaha menjadi pembimbing yang baik dengan peranan yang arif dan bijaksana, sehingga tercipta hubungan dua arah yang harmonis antara guru dengan anak didik.

Dalam mengajar, guru harus pandai menggunakan pendekatan secara arif dan bijaksana, bukan sembarangan yang bisa merugikan anak didik. Pandangan guru terhadap anak didik akan menentukan sikap dan perbuatan. Setiap guru tidak selalu mempunyai pandangan yang sama dalam menilai anak didik. Hal ini akan mempengaruhi pendekatan yang guru ambil dalam pengajaran. Guru yang memandang anak didik sebagai pribadi yang berbeda dengan anak didik lainnya akan berbeda dengan guru yang memandang anak didik sebagai makhluk yang sama dan tidak ada perbedaan dalam segala hal. Maka adalah penting meluruskan pandangan yang keliru dalam menilai anak didik. Sebaiknya guru memandang anak didik sebagai individu dengan segala perbedaannya, sehingga mudah melakukan pendekatan dalam pengajaran. maka dalam penelitian ini penulis mengambil judul “Upaya Meningkatkan Prestasi Belajar Pendidikan Agama Islam Dengan Menerapkan Model Pembelajaran PAKEM Pada Siswa … Tahun Pelajaran …

 

B.  Rumusan Masalah

Bertitik tolak dari latar belakang di atas maka penulis merumuskan permasalahannya sebagai berikut:

1. Bagaimanakah peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam dengan diterapkannya model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas …. Tahun pelajaran …?

2. Bagaimanakah pengaruh model pembelajaran PAKEM terhadap motivasi belajar Pendidikan Agama Islam pada siswa kelas …. Tahun pelajaran …?


C.  Tujuan Penelitian

Sesuai dengan permasalahan di atas, penelitian ini bertujuan untuk:

1. Mengetahui peningkatan prestasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkannya model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas … tahun pelajaran …

2. Mengetahui pengaruh motivasi belajar Pendidikan Agama Islam setelah diterapkan model pembelajaran PAKEM pada siswa kelas … tahun pelajaran …

3. Menyempurnakan pelaksanaan pembelajaran Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan prestasi belajar pada siswa kelas … tahun pelajaran

 D.  Kegunaan Penelitian

 Adapun maksud penulis mengadakan penelitian ini diharapkan dapat berguna sebagai:

  1. Menambah pengetahuan dan wawasan penulis tentang peranan guru Pendidikan Agama Islam dalam meningkatkan pemahaman siswa belajar Pendidikan Agama Islam.
  2. Sumbangan pemikiran bagi guru Pendidikan Agama Islam dalam mengajar dan meningkatkan pemahaman siswa belajar Pendidikan Agama Islam.
  3. Sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan metode pembelajaran yang dapat memberikan manfaat bagi siswa.
  4. Sebagai penentu kebijakan dalam upaya meningkatkan prestasi belajar siswa khususnya pada mata pelajaran Pendidikan Agama Islam.

Menerapkan metode yang tepat sesuai dengan materi pelajaran Pendidikan Agama Islam.


E.  Definisi Operasional Variabel

Agar tidak terjadi salah persepsi terhadap judul penelitian ini, maka perlu didefinisikan hal-hal sebagai berikut:

1.  Model pembelajaran PAKEM adalah:

Model pembelajaran yang bertumpu pada empat prinsip yaitu: aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

2.  Motivasi belajar adalah:

Suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkat laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.

3. Prestasi belajar adalah:

Hasil belajar yang dinyatakan dalam bentuk nilai atau dalam bentuk skor, setelah siswa mengikuti pelajaran.

F.   Batasan Masalah

  • Penelitian ini hanya dikenakan pada siswa kelas … tahun pelajaran …
  • Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret semester genap tahun pelajaran …
  • Materi yang disampaikan adalah pokok bahasan kisah nabi Ibrahim a.s, dan nabi Ismail a.s.


BAB  II
KAJIAN PUSTAKA

A.  Model PAKEM

Model PAKEM adalah model pembelajaran yang bertumpu pada empat prinsip, yaitu: aktif,  efektif, dan menyenangkan. Model pembelajaran ini sangat cocok untuk kurikulum 2004 berbasis kompetensi yang senantiasa berorientasi pada aktivitas siswa (student centered learning). Model ini dapat dikembangkan secara sederhana oleh guru dengan memperhatikan prinsip PAKEM.

Model PAKEM berorientasi pada proses dan tujuan. Orientasi proses dalam model PAKEM berusaha untuk meningkatkan motivasi belajar. Kemandirian dan tanggung jawab dibina sejak awal. Kebersamaan dan bekerja sama untuk mengasah emosional. Persaingan yang sehat ditumbuhkan dengan saling menghargai satu sama lain serta menumbuhkan sikap kepemimpinan. Orientasi tujuannya adalah agar anak belajar lebih mendalam, anak lebih kritis dan kreatif, suasana belajar menjadi bervariasi serta meningkatkan kematangan emosional. Tidak kalah pentingnya anak siap menghadapi perubahan dan berpartisipasi dalam proses perubahan.

1.   Makna Aktif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan

Tampaknya untuk memaknai aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan masih terlalu abstrak. Beberapa pendidik masih kabur dengan makna ini. Meskipun untuk memaknai istilah tersebut pernah didiskusikan oleh para pendidik, namun bukan berarti makna ini sudah paten. Makna tersebut masih perlu dikembangkan lagi sesuai dengan kondisi yang sesungguhnya. Dalam diskusi itu, dapat disimpulkan sebagai berikut:

a.  Aktif Selalu mencoba

  • Tidak ingin menjadi penonton
  • Memanfaatkan modalitas belajar (visual, auditorial, atau kinestika)
  • Penuh perhatian dalam setiap proses pembelajaran

b.      Kreatif

  • Menginginkan adanya perubahan yang baru
  • Ingin mengadakan inovasi
  • Mempunyai banyak cara untuk melakukan sesuatu
  • Tidak cepat putus asa

c.       Efektif

  • Memanfaatkan alat peraga yang ada di sekitar
  • Diajak ke sumber belajar, melakukan observasi
  • Memanfaatkan waktu yang ada
  • Memanfaatkan rangkuman yang tepat

d.      Menyenangkan

  • Penampilan guru yang menarik
  • Suasana belajar tidak searah
  • Kaya dengan metode
  • Desain kelas yang tidak membosankan
  • Belajar sambil bermain dan bernyanyi

2.   Pelaksanaan pembelajaran PAKEM

a.       Persiapan

1)      Berpusat pada siswa

Perubahan paradigma pembelajaran sangat terasa saat ini. Dulu guru lebih dominan dalam proses pembelajaran atau dengan kata lain pembelajaran berpusat pada guru (teacher centered learning). Saat ini pembelajaran berorientasi pada aktivitas siswa (student centered learning)

2)   Guru membuat persiapan matang

Persiapan bagi seorang guru merupakan hal yang mutlak harus dikerjakan. Tanpa persiapan guru akan kehilangan arah dalam proses pembelajaran. Berbagai metode dengan karakter materi yang akan diajarkan sudah dipersiapkan sebelum diajarkan.

3)  Skenario pembelajaran secara rinci dan matang

Skenario merupakan salah satu dari persiapan yang harus dibuat oleh guru. Skenario pembelajaran juga sering disebut dengan langkah-langkah pembelajaran atau strategi pembelajaran. Dengan disusun skenario pembelajaran, seorang guru sudah membuat format pada setiap pertemuan dengan siswa. Bukan hanya sekedar format, melainkan guru sudah mendesain pola pembelajaran yang ideal dengan karakter materi yang sedang diajarkan.

b.      Proses

1)      Mendengarkan pendapat siswa

Setiap anak mempunyai karakter dan keinginan yang berbeda untuk itu apa yang diinginkan siswa harus didengarkan. Mendengarkan apa yang diinginkan merupakan penghargaan terhadap siswa.

2)    Menggunakan bermacam-macam sumber belajar

Sumber belajar yang harus dimiliki oleh guru adalah dari sumber tangan pertama dan tangan kedua. Sumber belajar tangan pertama, artinya sumber belajar yang langsung dialami oleh siswa, seperti pengalaman kunjungan belajar, peristiwa yang dialami atau dilihat, situs bersejarah, nara sumber, dan lingkungan sekitarnya. Adapun sumber belajar tangan kedua adalah sumber belajar yang sudah dihasilkan oleh orang lain, misalnya: buku paket atau perlengkapan perpustakaan, dan media pembelajaran lainnya. Seorang guru dalam model PAKEM tidak boleh selaku menganggap buku paket sebagai satu-satunya sumber belajar yang lebih bervariatif, terutama sumber belajar yang dihasilkan oleh siswa dan segala yang ada di sekitar.

3)     Merangsang keberanian siswa untuk menyatakan dan menanyakan sesuatu

Guru seyogyanya menumbuhkan minat anak untuk menanyakan sesuatu atau menyatakan pengalamannya. Semua pembelajaran berpusat pada siswa maka seorang guru bisa menggali potensi yang ada pada siswa dengan memberikan rangsangan agar anak mempunyai keberanian dalam mengungkapkan sesuatu.

4)    Pertanyaan terbuka, menantang, dan produktif

Agar anak lebih berwawasan luas, pertanyaan yang diberikan oleh guru diusahakan mampu mengembangkan cara berpikir anak dengan pertanyaan terbuka. Dengan demikian, anak akan lebih produktif dalam mengembangkan cara berpikir yang lebih luas dan terbuka.

5)      Pemecahan masalah (problem solving)

Pembelajaran yang dilakukan lebih mengarah pada pemecahan yang dihadapi oleh anak agar pembelajaran lebih menarik dan bermanfaat.

6)    Menuntut hasil terbaik dari siswa

Guru menyiapkan dan mengarahkan dalam proses pembelajaran sehingga mendapat hasil yang maksimal dari siswa.

7) Memberikan umpan balik seketika

Kebiasaan anak-anak mempertanyakan segala hal harus dapat direspon dengan baik oleh guru. Pertanyaan yang timbul dari anak itu didorong oleh kebutuhan psikologis alamiah, yaitu rasa ingin tahu (curiosity). Banyaknya pertanyaan yang diajukan anak menunjukkan dinamisme dan kreativitas. Melihat gejala anak seperti ini, seorang guru harus memberikan umpan balik seketika. Dengan demikian, akan muncul keingintahuan yang lebih besar. Dalam kondisi seperti ini, sebenarnya sudah terjadi proses pembelajaran yang berarti.

8) Siswa memanjangkan hasil karyanya

Sesuatu yang sangat berarti bagi seorang anak adalah ketika apa yang dikerjakan mendapat pengakuan dari orang yang ada di sektiarnya, terutama orang-orang yang sangat dicintainya. Dalam proses pembelajaran, siswa sering menunjukkan hasil karyanya, namun terkadang kurang mendapat penghargaan. Mungkin karena tidak ada tempat atau mungkin dianggap kurang layak untuk diberikan penghargaan. Agar anak tumbuh motivasi yang lebih besar, hasil karyanya dipajang di dalam kelas, apa pun bentuk karyanya.

9) Kompetetif dan kooperatif

Persaingan dan kerja sama perlu diciptakan sejak dini. Persaingan dalam hal ini mempunyai pengertian bahwa ada perbedaan individu yang perlu dikembangkan potensinya. Setiap anak harus bisa mengembangkan potensi yang ada pada dirinya dan guru sangat berperan untuk menggali dan mengembangkan potensi ini. Di sisi lain harus diciptakan kerja sama yang baik. Perbedaan yang satu dengan yang lain mampu mewujudkan rasa saling menghargai dan mampu bekerja sama dengan baik.


3.    Kegiatan PAKEM

Kegiatan model PAKEM haruslah bervariatif dan tidak monoton. Ada beberapa yang perlu diketahui, misalnya:

  • Mengamati, mengukur dan mendiskripsikan
  •  Mengajukan pertanyaan dan mencatat
  • Berdiskusi, berdebat, dan membuat rangkuman
  • Merencanakan dan melakukan percobaan

4.   Ciri lulusan PAKEM

Jika proses model PAKEM dilaksanakan dengan benar, dengan asumsi dasar bahwa belajar merupakan proses individual, belajar merupakan proses sosial, belajar harus menyenangkan, belajar harus selalu aktif, dan belajar tak pernah terhenti. Dengan demikian, akan menghasilkan lulusan yang mempunyai ciri-ciri sebagai berikut:

  • Berpikir kritis, kreatif, dan produktif
  • Mampu belajar mandiri
  •  Bisa bertanggung jawab
  •  Dapat memecahkan masalah

B.  Proses Belajar Mengajar

Proses dalam pengertian di sini merupakan interaksi semua komponen atau unsur yang terdapat dalam belajar mengajar yang satu sama lainnya saling berhubungan (inter independent) dalam ikatan untuk mencapai tujuan (Usman, 2000:5).

Belajar diartikan sebagai proses perubahan tingkah laku pada diri individu berkat adanya interaksi antara individu dengan lingkungannya. Hal ini sesuai dengan yang diutarakan Burton bahwa seseorang setelah mengalami proses akan mengalami perubahan tingkah laku, baik aspek pengetahuannya, keterampilannya, maupun aspek sikapnya. Misalnya dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak mengerti menjadi mengerti. (dalam Usman, 2000:5). Mengajar merupakan suatu perbuatan yang memerlukan tanggungjawab moral yang cukup berat. Mengajar pada prinsipnya membimbing siswa dalam kegiatan suatu usaha mengorganisasi lingkungan dalam hubungannya dengan anak didik dan bahan pengajaran yang menimbulkan proses belajar. Proses belajar mengajar merupakan suatu inti dari proses pendidikan secara keseluruhan dengan guru sebagai pemegang peran utama. Proses belajar mengajar merupakan suatu proses yang mengandung serangkaian perbuatan guru dan siswa atas dasar hubungan timbal balik yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu. Interaksi atau hubungan timbal balik antara guru dan siswa itu merupakan syarat utama bagi berlangsungnya proses belajar mengajar (Usman, 2000:4). Dari kedua pendapat tersebut dapat disimpulkan bahwa proses belajar mengajar PAI meliputi kegiatan yang dilakukan guru mulai dari perencanaan, pelaksanaan kegiatan sampai evaluasi dan program tindak lanjut yang berlangsung dalam situasi edukatif untuk mencapai tujuan tertentu yaitu pengajaran PAI.

C.  Motivasi Belajar

1.   Pengertian Motivasi

Motif adalah daya dalam diri seseorang yang mendorongnya untuk melakukan sesuatu, atau keadaan seseorang atau organisme yang menyebabkan kesiapannya untuk memulai serangkaian tingkah laku atau perbuatan. Sedangkan motivasi adalah suatu proses untuk menggiatkan motif-motif menjadi perbuatan atau tingkah laku untuk memenuhi kebutuhan dan mencapai tujuan, atau keadaan dan kesiapan dalam diri individu yang mendorong tingkah lakunya untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu (Usman, 2000:28).           

Jadi motivasi adalah suatu kondisi yang mendorong seseorang untuk berbuat sesuatu dalam mencapai tujuan tertentu.

2.   Macam-macam Motivasi

Menurut jenisnya motivasi dibedakan menjadi dua, yaitu:

a.   Motivasi Intrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat dari dalam individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar (Usman, 2000:29).

b.   Motivasi Ekstrinsik

Jenis motivasi ini timbul sebagai akibat pengaruh dari luar individu, apakah karena adanya ajakan, suruhan, atau paksaan dari orang lain sehingga dengan kondisi yang demikian akhirnya ia mau melakukan sesuatu atau belajar. Misalnya seseorang mau belajar karena ia disuruh oleh orang tuanya agar mendapat peringkat pertama di kelasnya (Usman, 2000:29). Beberapa cara membangkitkan motivasi ekstrinsik dalam menumbuhkan motivasi instrinsik antara lain:

1) Kompetisi (persaingan): guru berusaha menciptakan persaingan diantara siswanya untuk meningkatkan prestasi belajarnya, berusaha memperbaiki hasil prestasi yang telah dicapai sebelumnya dan mengatasi prestasi orang lain. 2) Pace Making (membuat tujuan sementara atau dekat): Pada awal kegiatan belajar mengajar guru, hendaknya terlebih dahulu menyampaikan kepada siswa TIK yang akan dicapai sehingga dengan demikian siswa berusaha untuk mencapai TIK tersebut. 3) Tujuan yang jelas: Motif mendorong individu untuk mencapai tujuan. Makin jelas tujuan, makin besar nilai tujuan bagi individu yang bersangkutan dan makin besar pula motivasi dalam melakukan sesuatu perbuatan.

BAB  III
METODOLOGI PENELITIAN

Penelitian ini merupakan penelitian tindakan (action research), karena penelitian dilakukan untuk memecahkan masalah pembelajaran di kelas. Penelitian ini juga termasuk penelitian deskriptif, sebab menggambarkan bagaimana suatu teknik pembelajaran diterapkan dan bagaimana hasil yang diinginkan dapat dicapai.

Keempat bentuk penelitian tindakan di atas, ada persamaan dan perbedaannya. Menurut Oja dan Smulyan sebagaimana dikutip oleh Kasbolah, (2000) (dalam Sukidin, dkk. 2002:55), ciri-ciri dari setiap penelitian tergantung pada: (1) tujuan utamanya atau pada tekanannya, (2) tingkat kolaborasi antara pelaku peneliti dan peneliti dari luar, (3) proses yang digunakan dalam melakukan penelitian, dan (4) hubungan antara proyek dengan sekolah. Dalam penelitian ini menggunakan bentuk guru sebagai peneliti, dimana guru sangat berperan sekali dalam proses penelitian tindakan kelas. Dalam bentuk ini, tujuan utama penelitian tindakan kelas ialah untuk meningkatkan praktik-praktik pembelajaran di kelas. Dalam kegiatan ini, guru terlibat langsung secara penuh dalam proses perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi. Kehadiran pihak lain dalam penelitian ini peranannya tidak dominan dan sangat kecil.

 

A.  Tempat, Waktu dan Subyek Penelitian

  1. Tempat Penelitian : Tempat penelitian adalah tempat yang digunakan dalam melakukan penelitian untuk memperoleh  data yang diinginkan. Penelitian ini bertempat di …. Tahun pelajaran …
  2. Waktu Penelitian : Waktu penelitian adalah waktu berlangsungnya penelitian atau saat penelitian ini dilangsungkan.   Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret semester genap ….
  3. Subyek Penelitian : Subyek penelitian adalah siswa-siswi kelas … tahun pelajaran … pada pokok bahasan kisah nabi  Ibrahim a.s, dan nabi Ismail a.s.


B.  Rancangan Penelitian

Menurut pengertiannya penelitian tindakan adalah penelitian tentang hal-hal yang terjadi di masyarakat atau sekelompok sasaran, dan hasilnya langsung dapat dikenakan pada masyarakat yang bersangkutan (Arikunto, Suharsimi 2002:82). Ciri atau karakteristik utama dalam penelitian tindakan adalah adanya partisipasi dan kolaborasi antara peneliti dengan anggota kelompok sasaran. Penelitian tindakan adalah satu strategi pemecahan masalah yang memanfaatkan tindakan nyata dalam bentuk proses pengembangan inovatif yang dicoba sambil jalan dalam mendeteksi dan memecahkan masalah. Dalam prosesnya pihak-pihak yang terlibat dalam kegiatan tersebut dapat saling mendukung satu sama lain.contoh ptk pai smp kelas 9

           

DAFTAR PUSTAKA

Ali, Muhammad. 1996. Guru Dalam Proses Belajar Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindon.

Arikunto, Suharsimi. 1993. Manajemen Mengajar Secara Manusiawi. Jakarta: Rineksa Cipta.

Arikunto, Suharsimi. 2001. Dasar-dasar Evaluasi Pendidikan. Jakarta: Bumi Aksara.

Arikunto, Suharsimi. 2002. Prosedur Penelitian Suatu Pendekatan Praktek. Jakarta: Rineksa Cipta.

Azhar, Lalu Muhammad. 1993. Proses Belajar Mengajar Pendidikan. Jakarta: Usaha Nasional.

Daroeso, Bambang. 1989. Dasar dan Konsep Pendidikan Moral Pancasila. Semarang: Aneka Ilmu.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Strategi Belajar Mengajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Djamarah, Syaiful Bahri. 2002. Psikologi Belajar. Jakarta: Rineksa Cipta.

Hadi, Sutrisno. 1982. Metodologi Research, Jilid 1. Yogyakarta: YP. Fak. Psikologi UGM.

Hamalik, Oemar. 2002. Psikologi Belajar dan Mengajar. Bandung: Sinar Baru Algesindo.


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK PAI SMP TERBARU lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK PAI SMP  )