Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Widget HTML #1


 

PTK BAHASA INDONESIA SD - PENGGUNAAN METODE DISKUSI DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN MEMBACA SISWA KELAS III SDN

ABSTRAK

Pembelajaran Bahasa Indonesia masih dianggap sebagai mata pelajaran  yang mudah dan membosankan. Oleh sebab itu banyak orang yang menyepelekannya. Jika ditinjau lebih jauh lagi pelajaran ini menjadi modal dasar setiap orang dalam menghadapi kehidupan. Hal itu dikarenakan menuntut setiap orang untuk mampu berbahasa dengan baik dalam bersosialisasi dengan masyarakat banyak. Berdasarkan masalah tersebut, telah menjadi tugas guru untuk dapat menyampaikan materi ini semenarik mungkin. Dalam menyikapi hal tersebut, maka dilakukan sebuah penelitian tindakan kelas melalui 3 siklus yang meliputi perencanaan, pelaksanaan tindakan dan refleksinya sesuai dengan skenario pembelajaran yang telah ditentukan demi tercapainya tujuan pembelajaran. Dalam penelitian ini mengangkat judul “Penggunaan Metode Diskusi dalam Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas III SDN... pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia”. Hal tersebut dimaksudkan agar dapat meningkatkan kemampuan membaca siswa, di samping meningkatkan pemahamannya terhadap materi yang diajarkan. Berdasarkan hasil penelitian yang didapat, bahwa dengan metode diskusi ini dapat meningkatkan hasil belajar siswa pada mata pelajaran Bahasa Indonesia. 

 

BAB I 
PENDAHULUAN


A. Latar Belakang Masalah

Kehidupan sosial masyarakat saat ini banyak dipengaruhi oleh gaya hidup setiap warganya terutama dalam hal pendidikan. Pendidikan dasar saat ini sangat berperan penting dalam mengarahkan watak dan pandangan siswa terhadap ilmu pengetahuan yang diberikan.

Untuk masalah lain yang menjadi fokus penelitian saat ini pada mata pelajaran Bahasa Indonesia yang banyak menemukan keganjalan dalam pelaksanaan pembelajarannya. Hal tersebut tercermin pada masalah kurangnya kreativitas guru dalam mengaitkan materi terhadap kehidupan sehari-hari. Padahal jika ditinjau lebih jauh lagi siswa akan merasa nyaman dan mudah memahami materi apabila masalah yang diangkat dalam materinya menyangkut kehidupannya sehari-hari. Di samping siswa mudah memahaminya karena dapat mengalami dan merasakannya sendiri, siswa juga dapat termotivasi untuk mengembangkan keterampilan berpikirnya sehingga dapat menciptakan kemampuan berpikir kritis yang dapat meningkatkan hasil belajar siswa. contoh ptk sd kelas 1 bahasa indonesia kurikulum 2013

Berdasarkan pertimbangan masalah di atas, maka peneliti terpanggil untuk membantu dalam meningkatkan hasil belajar siswa terhadap mata pelajaran IPS yang dituangkan dalam suatu penelitian tindakan kelas yang mengambil judul "Penerapan Metode Diskusi untuk Meningkatkan Kemampuan Membaca Siswa Kelas III SDN... pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia".

B. Identifikasi Masalah

  • Kebanyakan siswa menganggap pelajaran Bahasa Indonesia itu membosankan
  • Siswa menganggap spele pelajaran Bahasa Indonesia
  • Guru menyampaikan materi Bahasa Indonesia dengan monoton

C. Rumusan Masalah

Masalah  yang  menjadi  fokus  penelitian  ini  dapat  diuraikan  dalam pertanyaan-pertanyaan berikut:

  1. Bagaimanakah perencanaan pembelajaran yang dilakukan dalam pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode diskusi?
  2. Bagaimanakah hasil belajar siswa dengan penggunaan metode diskusi untuk meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN ...

D. Tujuan Penelitian

Berdasarkan rumusan masalah di atas, tujuan penelitian tindakan kelas ini adalah meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III SDN ... melalui metode diskusi pada mata pelajaran Bahasa Indonesia.

E. Manfaat Penelitian

Hasil penelitian ini akan memberikan manfaat yang berarti kepada:

1. Guru:

  • Menambah informasi guru dalam menyampaikan materi pelajaran Bahasa Indonesia melalui berbagai cara untuk meningkatkan pembelajaran,
  • Mempermudah guru dalam meningkatkan motivasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Bahasa Indonesia.

2. Siswa:

  • Meningkatkan kemampuan membaca siswa kelas III melalui metode diskusi,
  • Meningkatkan hasil belajar siswa

3. Sekolah:

Hasil penelitian tindakan kelas ini akan memberikan nilai yang baik pada sekolah untuk meningkatkan mutu pembelajaran Bahasa Indonesia.

 

BAB II 
KAJIAN PUSTAKA


A. Pengajaran Membaca Lanjut dengan Metode Kata Lembaga

Metode kata lembaga didasarkan atas pendekatan kata, yaitu cara memulai mengajarkan membaca dan menulis permulaan dengan menampilkan kata-kata. Metode kata lembaga memulai mengajar membaca dan menulis permulaan dengan mengenalkan kata, menguraikan kata menjadi suku kata, suku kata menjadi huruf, kemudian menggabungkan huruf menjadi suku kata, dan suku kata menjadi kata, dan selanjutnya memfariasikan huruf yang sudah dikenal menjadi suku kata dan kata lain (Depdikbud; 1994). contoh proposal ptk bahasa indonesia sd kelas 6

Tujuan pembelajaran membaca lanjut ialah agar siswa dapat memahami bahasa orang lain yang tertulis dan mengucapkan bahasa itu serta menambah pengetahuan dan mengembangkan perasaan anak. Nilai pelajaran ini dapat dibedakan menjadi tiga macam, yaitu: 

  1. Nilai yang praktis
  2. Nilai yang berkaitan dengan perkembangan kejiwaan 
  3. Nilai rasa

Selain itu, jenis pengajaran membaca lanjut terdiri atas: 

  1. Membaca teknis
  2. Kegiatan membaca teknis merupakan kegiatan terbesar dari kegiatan membaca di kelas I dan II. Hal tersebut dikarenakan tujuan dari membaca teknis di kelas I dan II ialah untuk melatih kemampuan siswa dalam mengubah lambang tertulis menjadi kata bermakna. Oleh sebab itu, teknik ini tidak cocok jika diaplikasikan di kelas tinggi.
  3. Membaca dalam hati
  4. Membaca dalam hati adalah suatu kemampuan yang sangat diperlukan dalam kegiatan sehari-hari.
  5. Membaca bahasa
  6. Membaca bahasa adalah membaca yang menekankan pada penggunaan hukum bahasa. Membaca bahasa bertujuan untuk menambah perbendaharaan bahasa, sehingga siswa lebih terampil dalam penggunaan makna bahasa dan makna kalimat. Hal ini mencakup kesesuaian pikiran dengan bahasa, kosakata, fungsi dan peranan setiap bagian bahasa yang terdapat dalam bacaan, dan pemakaian ejaan yang benar. Bahan yang disajikan tidak terlalu panjang sehingga tuntas dibicarakan dalam satu kali pertemuan.
  7. Membaca dengan perasaan
  8. Tujuan membaca dengan perasaan adalah menumbuhkan dan mengembangkan rasa keharuan dan keindahan anak terhadap bahasa. Membaca dengan perasaan berkaitan dengan apresiasi sastra.
  9. Membaca cepat
  10. Membaca cepat ialah membaca yang ditunjukan untuk melatih anak dengan secepat-cepatnya membaca dalam hati sambil mengusahakan penangkapan isi bacaan. Hal ini dapat terlihat pada waktu membaca pengumuman, pemberitahuan, surat kabar, kamus, mencari nomor telepon dalam waktu singkat.
  11. Membaca dengan membuat ikhtisar
  12. Tujuan membaca tersebut adalah melatih siswa agar setelah membaca dapat membuat ikhtisar, ringkasan atau rangkuman dari bacaan atau karangan yang dibacanya.


B. Metode Diskusi

Di dalam kehidupan, baik di lingkungan keluarga maupun lingkungan masyarakat, diskusi banyak digunakan dan telah menjadi bagian dari kehidupan manusia itu sendiri. Itu sebabnya manusia berkembang, karena mampu mengatasi berbagai permasalahan di dalam keluarga dan masyarakat. Selama manusia itu hidup, tak kan terlepas dari masalah kalau ingin mempertahankan kehidupannya, ingin mengetahui sesuatu, serta ingin berkembang ke arah yang lebih baik dan lebih maju. Itu sebabnya, cara ini dipandang penting dikembangkan di sekolah.

Metode diskusi adalah cara penyajian pelajaran di mana siswa-siswa diharapkan kepada suatu masalah yang dapat berupa pernyataan atau pertanyaan yang bersifat problematis untuk dibahas dan dipecahkan bersama. Metode ini tidak sama dengan percakapan, percakapan dapat terjadi dengan bebas dan pembicaraannya tidak terikat kepada suatu masalah tertentu saja, tetapi dapat berbagai hal sekalipun tak ada hubungan satu dengan yang lain, sesuai dengan keinginan pembicara (Sudirman; 1991).

Diskusi ini akan terjadi apabila ada masalah. Adapun kelebihan dari metode ini adalah dapat merangsang kreativitas siswa dalam bentuk ide, gagasan dalam pemecahan suatu masalah. Membiasakan siswa bertukar pikiran dengan teman atau pihak lain dalam mengatasi suatu masalah. Keterampilan menyajikan pendapat, mempertahankan pendapat, menghargai dan menerima pendapat orang lain. Adapun hasil diskusinya adalah hasil pemikiran bersama dan dipertanggungjawabkan bersama yang melibatkan banyak orang.

C. Kerangka Berpikir

Pengembangan pembelajaran Bahasa Indonesia dengan menggunakan metode diskusi ini memberikan motivasi dan pengaruh besar dalam meningkatkan kemampuan membaca siswa Sekolah Dasar kelas III dengan lafal dan intonasi yang benar khususnya dalam membaca cerita. Pada kegiatan pembelajarannya, siswa dibimbing dalam membaca cerita dengan lafal dan intonasi yang benar sehingga siswa akan terbiasa dalam berdiskusi dan dapat dengan mudah memahami materi yang disampaikan. Adanya pemahaman materi yang cepat dapat mendorong kemampuan berargumen siswa dalam mengembangkan kemampuan berpikir analisisnya.


BAB III
PELAKSANAAN PERBAIKAN PEMBELAJARAN


A. Desain Penelitian

  • Objek penelitian tindakan kelas ini adalah siswa kelas VI SDN ... VI dengan jumlah siswa 31 orang yang terdiri dari 20 siswa laki-laki dan 11 siswa perempuan.
  • Penelitian tindakan kelas ini dilaksanakan pada bulan Februari minggu ke 2-, 3 -, dan 4,
  • Waktu penelitian:
  • Pelaksanaan Tindakan hari selasa 9 Februari 
  • Refleksi 1 tanggal 16 Februari 
  • Refleksi 2 tanggal 23 Februari 
  • Jadwal Penelitian

8. Penyusunan draf laporan

Mata pelajaran yang diteliti yaitu mata pelajaran Bahasa Indonesia pada submateri membaca cerita.

B. Prosedur Penelitian

Prosedur penelitian tindakan kelas ini terdiri dari tiga siklus. Setiap siklus dilakukan sesuai dengan perubahan yang ingin dicapai pada hasil observasi di lapangan. Secara garis besar prosedur tersebut dapat dijabarkan sebagai berikut

  • Perencanaan
  • Pelaksanaan Tindakan
  • Observasi
  • Refleksi
  • Cara pengambilan Data
  • Indikator Kinerja

Proses penelitian pada masing-masing siklus yang dilakukan dapat dijabarkan sebagai berikut.

Proses Penelitian Pada Siklus 1

Menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran /RPP (terlampir)

Langkah pembelajaran dilakukan secara bertahap, sebagai berikut: 

A. Kegiatan Awal (5 menit)

Mempersiapkan materi ajar 

B. Kegiatan Inti (55 menit)

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang tercantum dalam rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP) untuk satu kali pertemuan. Guru menjelaskan cara membaca dengan lafal dan intonasi yang benar.


C. Kegiatan Akhir (10 menit)

Mengadakan evaluasi terhadap pelaksanaan pembelajaran sebagai pemahaman konsep. 

Proses Penelitian Pada Siklus 2

Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (terlampir) 

Langkah pembelajaran dilakukan secara bertahap sebagai berikut:

  • Kegiatan Awal (5 menit)
  • Mengutarakan tujuan pembelajaran
  • Mempersiapkan   kondisi   siswa   untuk   menerima   materi   dengan memberikan pertanyaan apersepsi,
  • Memotivasi siswa untuk lebih rajin belajar
  • Kegiatan Inti (55 menit)

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang tercantum dalam rencana perbaikan pembelajaran. Guru membimbing siswa agar mampu membaca dengan lafal dan intonasi yang benar.

Kegiatan Akhir (10 menit)

  • Penilaian    proses    pembelajaran    dilakukan    dengan    mengamati performansi siswa.
  • Nilai akhir pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan data pekerjaan siswa seperti nilai hasil ulangan. 


Proses Penelitian Pada Siklus 3

Menyusun Rencana Perbaikan Pembelajaran (terlampir) 

Langkah pembelajaran dilakukan secara bertahap sebagai berikut;

  • Kegiatan Awal (5 menit)
  • Mengutarakan tujuan pembelajaran
  • Mempersiapkan   kondisi   siswa   untuk   menerima   materi   dengan memberikan pertanyaan apersepsi. Memotivasi siswa untuk lebih giat lagi belajar
  • Kegiatan Inti (55 menit)

Kegiatan pembelajaran dilaksanakan sesuai dengan langkah-langkah yang tercantum dalam rencana perbaikan pembelajaran. Guru membimbing siswa agar mampu membaca dengan lafal dan intonasi yang benar. ptk sd kelas 3 bahasa indonesia pdf

Kegiatan Akhir (10 menit)

  • Penilaian proses pembelajaran dilakukan dengan mengamati performansi siswa.
  • Nilai akhir pembelajaran dapat dilakukan dengan memanfaatkan data pekerjaan siswa.


C. Metode Pengumpulan Data dan Instrumen Penelitian

Untuk memperjelas penelitian tindakan kelas ini, maka dilakukan pengumpulan data dengan instrumen penelitian yang digunakan dapat dijabarkan sebagai berikut. 

Perencanaan

Kegiatan yang dilakukan pada tahap perencanaan ini adalah sebagai berikut:

a.  Membuat beberapa Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) atau Rencana Perbaikan Pembelajaran. 

b.    Membuat lembar observasi untuk mengetahui kondisi pembelajaran di kelas sebelum dan sesudah perbaikan melalui beberapa siklus. 

c.   Menyiapkan sarana dan prasarana yang diperlukan pada proses pembelajaran  Membuat alat evaluasi siswa

  • Pelaksanaan Tindakan
  • Kegiatan yang dilaksanakan pada tahap ini adalah melaksanakan rencana pelaksanaan pembelajaran (RPP).
  • Observasi
  • Dilaksanakan observasi terhadap pelaksanaan tindakan dengan menggunakan lembar observasi yang telah dibuat.
  • Refleksi

Hasil yang didapat dari tahap observasi dikumpulkan serta dianalisa dalam tahap ini. Setelah itu guru dapat merefleksikan data observasi dengan melaksanakan perencanaan perbaikan pembelajaran.

Data dan Cara Pengambilannya

1. Sumber data

Sumber data penelitian ini adalah siswa dan guru sebagai peneliti 

2. Jenis data

Jenis data yang diuraikan adalah data kuantitatif dan data kualitatif yang terdiri dari:

  • Hasil belajar
  • Rencana belajar
  • Data hasil observasi terhadap pelaksanaan pembelajaran
  • Cara pengambilan Data
  • Hasil belajar diambil dengan memberikan tes kepada siswa
  • Data situasi belajar mengajar pada saat dilaksanakannya tindakan diambil dengan menggunakan lembar observasi (terlampir).
  • Data refleksi diambil dari hasil diskusi observer dan guru sebagai peneliti.
  • Data keterkaitan antara perencanaan dengan pelaksanaan didapat dari RPP dan lembar observasi.
  • IndikatarKinerja

Indikator keberhasilan penelitian tindakan kelas ini adalah kemampuan siswa dalam membaca dengan lafal dan intonasi yang benar telah dapat dicapai sebesar 80%,


D. Metode Analisis Data

Pelaksanaan refleksi dijadikan sebagai perlakuan terhadap hasil pada pelaksanaan tindakan. Dengan adanya refleksi ini, guru dapat memiliki wawasan yang mendalam dan otentik sehingga dapat membantu dalam menafsirkan hasil penelitiannya. Selanjutnya proses analisis data dilakukan berdasarkan hasil refleksi pada setiap siklus tindakan.

Berdasarkan data yang diperoleh, dilakukan analisis dengan cara melihat data. terkait baik dari segi penilaian kognitif, apektif, dan psikomotor. Kemudian data dilakukan berdasarkan kategori penilaian yang telah ditentukan.


DAFTAR PUSTAKA


Asrori, M. (2008). Penelitian Tindakan Kelas. Bandung: CV Wacana Prima

Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. (1994). Metodik Khusus Pengajaran Bahasa Indonesia di Sekolah Dasar. Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan

Hasan, A. dan Saleh M. (2004). Tangkas Berbahasa Indonesia untuk SD Kelas 3. Bandung: PT Remaja Rosdakarya-

Santosa, P. dkk. (2008). Materi dan Pembelajaran Bahasa Indonesia. Jakarta: Universitas Terbuka

Sudirman dkk. (1991). Emu Pendidikan. Bandung: PT Remaja Rosdakarya

Winataputra, U. S. Dkk. (2008). Teori Belajar dan Pembelajaran. Jakarta: Universitas Terbuka


PTK ini bersifat hanya REFERENSI saja kami tidak mendukung PLAGIAT, Bagi Anda yang menginginkan FILE PTK BAHASA INDONESIA SD lengkap dalam bentuk MS WORD SIAP DI EDIT dari BAB 1 - BAB 5 untuk bahan referensi penyusunan laporan PTK dapat (SMS ke 0856-47-106-928 dengan Format PESAN PTK 03 SD).